KOMERSIAL BANTUL

Kabupaten Bantul memiliki berbagai potensi properti komersial yang menarik, pengembangan ruko di Bantul berkembang pesat. Dari sektor industri, BANTUL didominasi oleh industri kerajinan mikro dan kecil, seperti kerajinan gerabah di Kasongan dan Pundong, kerajinan batik di Imogiri dan Pandak, serta kerajinan wayang dan topeng batik di Pajangan. Selain itu, wilayah utara Bantul memiliki potensi investasi yang menjanjikan. Sementara, wilayah Selatan Bantul yang sedang berkembang, juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Bantul yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Gunung Kidul berpotensi menjadikannya pusat ekonomi baru dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.
Bantul terletak di sebelah Selatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, luas wilayahnya seluas 508,85 km2 (15,90 % dari Luas wilayah Propinsi DIY) dengan topografi sebagai dataran rendah 40% lebih dari separonya (60%) daerah perbukitan. Secara geografis, Bantul dekat dengan Kotamadya Jogja dan wilayah Sleman, menjadikannya salah satu kawasan perkembangan perkotaan. Perkembangannya yang cepat, terlihat dari semakin meluasnya lahan terbangun, semakin bertambahnya kepadatan penduduk, dan semakin bertambahnya kuantitas fasilitas pelayanan. Secara spasial, urbanisasi di Kabupaten Bantul tidak hanya terjadi pada wilayah yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta, namun juga pada wilayah lain yang berpotensi menjadi pusat aktivitas penduduk.
“TRANSFORMASIKAN RUANG, MAKSIMALKAN KEUNTUNGAN”
INVESTASIKAN DENGAN BIJAK DIMANA PELUANG BERTEMU KEMUNGKINAN DALAM GERBANG ANDA MENUJU KEMAKMURAN
